Rabu, 08 Desember 2010

HARVARD UNIVERSITY

Apa yang di benak Anda ketika mendengar Harvard University? Pasti ada yang berdecak kagum, ingin menimba ilmu disana, dan lain-lain. Termasuk juga saya, yang sangat ingin menimba ilmu di Universitas paling terkemuka ini. Walaupun kenyataannya saat ini saya kuliah di Institut Pertanian Bogor. Tetapi paling tidak, saya ingin mengetahui dan berbagi untuk mengenal lebih jauh tentang Harvard University.

Sejarah singkat

Harvard University (bahasa Indonesia: Universitas Harvard) adalah universitas swasta di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat dan anggota Ivy League dan merupakan universitas terbaik dunia.

Universitas ini didirikan pada 8 September 1636 dan merupakan perguruan tinggi tertua di Amerika Serikat. Awalnya bernama New College, ia dinamakan ulang menjadi Harvard College pada 13 Maret 1639 untuk menghormati penyumbang terbesarnya, John Harvard, seorang mantan mahasiswa Universitas Cambridge.
Rujukan terawal yang memanggil Harvard sebagai "universitas" dan bukan "college" terjadi pada tahun 1780.

Institusi

Universitas Harvard adalah salah satu universitas paling bergengsi di dunia dan mempunyai pendapatan terbesar di antara universitas-universitas di seluruh dunia (US$22,6 miliar pada tahun 2004), hampir dua kali lipat Universitas Yale, pesaing terdekatnya).
Rangking universitas Amerika Serikat keluaran US News tahun 2005 menempatkan Universitas Harvard dan Universitas Princeton bersama-sama di urutan pertama.[1]2004, setelah lima tahun di posisi kedua dan ketiga. Times Higher Education Supplement World University Rankings[2]. Universitas Harvard juga meraih urutan pertama pada tahun juga menempatkan Universitas Harvard di urutan pertama

Fakultas

Universitas Harvard kini mempunyai 9 fakultas, diurutkan di bawah ini menurut masa didirikan:
  • Harvard Faculty of Arts and Sciences dan subfakultasnya, Harvard Division of Engineering and Applied Sciences, yang bersama-sama meliputi:
    • Harvard College, yang adalah bagian pascasarjana Universitas ini (1636)
    • Harvard Graduate School of Arts and Sciences (1872)
    • Harvard Division of Continuing Education, termasuk Harvard Extension SchoolHarvard Summer School dan
  • Fakultas Kedokteran, termasuk Harvard Medical School (1782) dan Harvard School of Dental Medicine (1867)
  • Harvard Divinity School (1816)
  • Harvard Law School (1817)
  • Harvard Business School (1908)
  • Harvard Graduate School of Design (1914)
  • Harvard Graduate School of Education (1920)
  • Harvard School of Public Health (1922)
  • Kennedy School of Government (1936)

 Berikut gambar gedung dari Harvard University :

Bentuk bangunanny klasik. I like this !

Percaya kalau ini kantin yang dimiliki Harvard University? Ini seperti ruangan di istana. Awesome!

This is Harvard University Old Hall. Hmmm...Go green!







Great!

 Health Center nya keren banget 
 



One of many gates to Harvard 



 Bakalan betah kalau baca buku disini, Perpustakaan Harvard!



Teathre Universitas Harvard. Great!

Harvard University memang pantas jika di juluki sebagai universitas terbaik di dunia.





CLOUD STORAGE

Apa itu Cloud Storage? Awalnya saya sangat asing dengan instilah ini dan saya benar-benar tidak tahu apa itu Cloud Storage. Tidak hanya saya, tetapi teman saya yang lain pun mengaku sama sekali tidak pernah mendengar apa itu Cloud Storage. Sebagai mahasiswi jurusan informatika seharusnya saya mengetahui banyak tentang hal-hal seperti ini. Saya browsing untuk mengetahui apa itu Cloud Storage. Akhirnya saya sedikit lebih mengetahui. dan berikut penjelasannya. semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui tentang Cloud Storage :)








Bagi sebagian pengguna komputer, memiliki ruang penyimpanan yang mampu menampung semua data milik mereka merupakan sebuah tantangan. Sebagian menjatuhkan pilihan dengan membeli harddisk yang lebih besar. Sebagian lainnya memilih media penyimpanan eksternal, seperti flash disk, CD atau DVD.
Pengguna yang putus asa karena ukuran data mereka semakin hari semakin membengkak, memilih untuk menghapus data yang dianggap sudah tidak relevan. Namun, sebagian lainnya memilih untuk memanfaatkan tren yang tengah berkembang saat ini: 
cloud storage.
Dengan cloud storage, alih-alih menyimpan data di harddisk atau media penyimpanan lokal lainnya, Anda bisa menyimpan data di database remote. Satu paket dengan cloud computing, Internet menyediakan jembatan antara komputer Anda dengan database tersebut.
Sepintas, cloud storage memiliki beberapa keuntungan dibandingkan penyimpanan data tradisional. Sebagai contoh, bila data disimpan pada sistem cloud storage, Anda bisa mengaksesnya dari mana saja, selama tersedia jaringan Internet. Anda tidak perlu membawa-bawa media penyimpanan fisik atau menggunakan komputer yang sama untuk mengakses data tersebut.
Beberapa sistem cloud storage bahkan menyediakan fitur agar orang lain dapat mengakses data milik Anda. Hal ini akan sangat memudahkan bila Anda terlibat dalam sebuah proyek kolaboratif daripada bertukar salinan (copy) data baik secara online maupun offline.
Dasar-dasar Cloud Storage
Sampai saat ini terdapat ratusan sistem 
cloud storage. Beberapa di antaranya mengkhususkan diri pada penyimpanan file tertentu, seperti web e-mail atau file image. Sebagian lainnya mengizinkan penyimpanan data digital dalam format apapun. Beberapa sistem cloud storage dibangun dengan perangkat yang sederhana, sementara lainnya menggunakan perangkat fisik yang besar, seperti datacenter.
Pada level yang paling dasar, sebuah sistem cloud storage hanya membutuhkan satu data server yang terhubung dengan Internet. Melalui Internet, client (pengguna komputer yang memanfaatkan layanan cloud storage) mengirim salinan file miliknya ke data server, yang kemudian mencatatnya.
Ketika ingin mengambil file miliknya, client mengakses data yang tersebut melalui interface berbasis web (sama dengan pengguna cloud computing yang menggunakan web broswser saat mengakses aplikasi online). Selanjutnya, file tersebut dikirimkan ke komputer client atau mengizinkan client untuk mengakses, dan memanipulasi datanya di dalam server.
Biasanya, sistem cloud storage mengandalkan ratusan data server. Karena komputer sewaktu-waktu membutuhkan perawatan atau perbaikan, menyimpan data yang sama pada beberapa mesin (disebut redundancy) merupakan hal yang pasti dilakukan oleh setiap sistem cloud storage.
Tanpa redudancy, sebuah sistem cloud storage tidak menjamin client bisa mengakses data milik mereka kapan saja. Kebanyakan, sistem menyimpan data yang sama pada beberapa server dengan tipe power supply yang berbeda. Dengan demikian, client tetap bisa mengakses data mereka, meski terjadi kegagalan pada salah satu tipe power supply.
Tidak semua client dimotivasi karena kekurangan ruang penyimpanan di komputer lokal mereka. Sebagian pengguna cloud storage memanfaatkan layanan ini untuk keperluan back-up data mereka, sebagai tindakan berjaga-jaga bila terjadi kerusakan pada komputer atau media penyimpanan lokal. Ingat petuah lama, “Jangan menyimpan semua telur di keranjang yang sama.”
Contoh Cloud Storage
Sampai saat ini, terdapat beberapa provider layanan 
cloud storage di WWW, dan jumlahnya akan terus bertambah setiap hari. Bukan hanya jumlah provider yang bertambah, besaran ruang yang disediakan oleh masing-masing provider juga ikut tumbuh.

Anda mungkin telah akrab dengan beberapa provider layanan ini, meski tidak pernah membayangkan cara kerjanya. Berikut beberapa perusahaan ternama yang menawarkan layanan cloud storage:
 
  • www.4shared.com  menyediakan ruang penyimpanan data sementara untuk didownload oleh pengguna lain di WWW. Data yang telah kadaluarsa atau melanggar hak cipta, secara otomatis akan terhapus dari server.
  • www.ziddu.com menyediakan ruang penyimpanan data sementara untuk didownload oleh pengguna lain di WWW. Data yang telah kadaluarsa atau melanggar hak cipta, secara otomatis akan terhapus dari server.
 
  • www.flickr.com menyimpan miliaran foto digital. Pengguna bisa membuat album foto dengan mengupload foto-foto mereka ke server.
  
  • https://docs.google.com/  mengizinkan penggunanya meng-upload data dokumen, spreadsheet, dan presentasi di data server milik Google. Pengguna dapat mengedit file-file yang ada di server menggunakan aplikasi yang disediakan. Pengguna juga bisa mempublikasikan dokumen mereka agar dapat dibaca oleh orang lain atau bahkan mengizinkan mereka mengeditnya. Google Docs adalah juga contoh sistem cloud computing.
  
  • http://picasa.google.com/  menyimpan miliaran foto digital. Pengguna bisa membuat album foto dengan mengupload foto-foto mereka ke server.
  • www.rapidshare.com menyediakan ruang penyimpanan data sementara untuk didownload oleh pengguna lain di WWW. Data yang telah kadaluarsa atau melanggar hak cipta, secara otomatis akan terhapus dari server.
  • www.xdrive.com menyediakan ruang penyimpanan untuk segala macam data digital bagi penggunanya.
 


  • www.mediamax.com menyediakan ruang penyimpanan untuk segala macam data digital bagi penggunanya.
  
  • www.strongspace.com  menyediakan ruang penyimpanan untuk segala macam data digital bagi penggunanya.
Silahkan di buka link nya jika Anda tertarik menggunakan Cloud Storage :))